skip to main | skip to sidebar

Pages

  • Home
  • FILKOM
  • Linkedin Shelly

Shelly Gustika Septiani

RAGAM ATAU VARIASI BAHASA INDONESIA

10/02/2010 01:48:00 PM | Publish by Shelly Gustika Septiani

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang disebabkan oleh terjadinya interaksi sosial yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, masyarakat ataupun kelompok yang pemakaiannya berbeda-beda dapat menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan dari si pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Jadi setiap situasi dan kondisi bisa jadi, akan menggunakan bahasa dengan penuturan yang berbeda. itulah yang dinamakan ragam bahasa.

Pada kenyataannya bahasa Indonesia menumbuhkan banyak varian yaitu varian menurut pemakai yang disebut sebagai dialek dan varian menurut pemakaian yang disebut sebagai ragam bahasa.

Ragam Bahasa Indonesia dibagi antara lain sebagai berikut :
 Berdasarkan Penutur
• Dialek, dibedakan menjadi :
1. Dialek regional, yaitu ragam bahasa yang digunakan di suatu daerah dengan bahasa yang digunakan di daerah yang lain berbeda, meski mereka berasal dari eka bahasa. Contohnya seperti bahasa melayu dialek Ambon, dialek Jakarta atau lebih dikenal dengan bahasa betawi, atau bahasa melayu dialek Medan.
2. Dialek sosial, yaitu dialek yang digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu atau yang menandai tingkat masyarakat tertentu. Contohnya dialek wanita dan dialek remaja.
3. Dialek temporal, yaitu dialek yang digunakan pada kurun waktu tertentu. Contohnya dialek melayu zaman Sriwijaya dan dialek melayu zaman Abdullah.
4. Idiolek, yaitu keseluruhan ciri bahasa seseorang. Sekalipun kita semua berbahasa Indonesia, kita masing-masing memiliki ciri-ciri khas pribadi dalam pelafalan, tata bahasa, atau pilihan dan kekayaan kata.
• Sosiolek
adalah variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, dan kelas sosial para penuturnya. Variasi bahasa ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, seks, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan lain sebagainya.

Berdasarkan Sarana (Perbedaan dari ragam lisan dan tulisan dapat terlihat disini)
• Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide atau gagasan yang ingin disampaikannya.

a. Tata Bahasa Ragam Lisan
o Ada orang kedua: teman bicara
o Unsur gramatikal (subjek, predikat, objek) tidak selalu dinyatakan
o Terikat pada sikon, ruang, waktu
o Diksi tidak cermat
o Dibantu intonasi, gerak, mimik

b. Pengunaan Bentuk Kata
1. Ayah dan ibu sebentar lagi tiba.
2. Badan jalan itu di bor menggunakan alat modern.
3. Shelly lagi sakit makanya tidak ikut ujian.
4. Aku bingung karena pendirian dia suka berubah.
5. Rizky pendiam sekali tapi pacarnya cerewet sekali.
6. Saya akan tanyakan soal itu.
7. Rizky tinggal di Bogor.
8. Ibu sedang masak di dapur.

c. Kosa kata
1. Ayah bilang kalau adik harus belajar.
2. Mahasiswa harus bikin karya tulis.

Kelebihan Ragam Bahasa lisan:
Di dalam ragam lisan unsur-unsur fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat, dan objek tidak selalu dinyatakan. Unsur-unsur itu kadang-kadang dapat ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan, anggukan, atau intonasi.

Kelemahan Ragam bahasa lisan:
Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Apa yang dibicarakan secara lisan di dalam sebuah ruang kuliah, hanya akan berarti dan berlaku untuk waktu itu saja. Apa yang diperbincangkan dalam suatu ruang diskusi belum tentu dapat dimengerti oleh orang yang berada di luar ruangan lainnya.


• Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan menggunakan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan idea tau gagasan yang ingin ditulisnya.

a. Tata Bahasa Ragam Tulis
o Tidak ada teman bicara, tetapi pembaca
o Unsur gramatikal (subjek, predikat, objek) selalu dinyatakan
o Tidak terikat pada sikon, ruang, waktu
o Diksi harus cermat
o Dibantu ejaan dan tanda baca

b. Penggunaan Bentuk Kata
1. Ayah dan ibu akan segera tiba.
2. Badan jalan itu di bor dengan alat-alat modern.
3. Shelly sedang sakit karena itu dia tidak ikut ujian.
4. Pendiriannya selalu berubah oleh sebab itu aku jadi bingung.
5. Rizky pendiam sekali tetapi pacarnya cerewet luar biasa.
6. Akan saya tanyakan soal itu.
7. Rizky bertempat tinggal di Bogor.
8. Ibu sedang memasak di dapur.

c. Kosa Kata
1. Ayah mengatakan bahwa adik harus belajar.
2. Mahasiswa harus membuat karya tulis.

Kelebihan Ragam Bahasa tulisan:
Ragam tulis tidak terikat oleh situasi, kondisi, ruang, dan waktu.

Kelemahan Ragam bahasa tulisan:
Ragam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan. Fungsi-fungsi gramatikal harus nyata karena ragam tulis tidak mengharuskan orang kedua berada di depan pembicara. Kelengkapan ragam tulis menghendaki agar orang yang “diajak bicara” mengerti isi tulisan itu. Contoh ragam tulis ialah tulisan-tulisan dalam buku, majalah, dan surat kabar.

Berdasarkan Ragam Sosial dan Ragam Fungsional
Ragam sosial yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya di asarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat. Ragam bahasa yang digunakan dalam keluarga atau persahabatan dua orang yang akrab dapat merupakan ragam sosial tersendiri.

Ragam fungsional, yang kadang-kadang disebut juga ragam profesional, adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya.

Ragam Bahasa Hukum, misalnya "Artis wanita itu di jerat pasal berlapis".
Ragam Bahasa Teknologi, misalnya "Broadband Cellular (HSPA) yang memungkinkan teknologi layanan yang lebih luas dibanding wi-fi".
Ragam Bahasa Ekonomi, misalnya "Keuntungan yang diperoleh perusahaan bulan ini merosot sampai 5%".
Ragam Bahasa Agama, misalnya membaca “Bismillahirrohmanirrohim” yang artinya Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ragam Bahasa Kedokteran, misalnya "Gejala Penyakit Hati atau Liver adalah suatu istilah untuk sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, struktur dan fungsi dari hati".
Ragam Bahasa Iklan, misalnya "Belilah produk kami di jamin anda tidak rugi". Bergaya bahasa hiperbola, berpersuasif, dan berkalimat menarik, ciri-ciri ragam bahasa iklan. Selain itu, ragam bahasa iklan bernada sugestif.

Sumber ::
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia#Dialek_dan_ragam_bahasa
http://www.scribd.com/doc/28287771/asal-usul-bahasa
http://fadliyanur.multiply.com/journal/item/26

Label: Tugas (UG Portfolio) 0 komentar

Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

9/26/2010 04:22:00 PM | Publish by Shelly Gustika Septiani

Pertama-tama kita harus mengerti dulu apa itu bahasa, karena pengertian bahasa cukup luas. Berikut ini adalah pengertian bahasa secara sederhana yaitu bahasa adalah sistem tanda bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, disusun berdasarkan kesepakatan bersama yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam rangka menjalankan interaksi sosial. Interaksi dapat terjadi secara Ä bunyi → verbal dan Ä tulis → lambang terhadap bunyi.

Sebelum kita mengetahui fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia, alangkah baiknya sedikit mengetahui kelahiran bahasa Indonesia.

Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dari sabang sampai merauke dengan berbagai ragam bahasa daerah yang dimiliki masing-masing daerah memerlukan adanya satu bahasa persatuan. Bahasa persatuan ini guna menggalang semangat kebangsaan. Semangat kebangsaan ini sangat penting dalam perjuangan mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Kesadaran politis semacam inilah yang memunculkan ide pentingnya bahasa yang satu, bahasa persatuan, bahasa yang dapat menjembatani keinginan pemuda-pemudi dari berbagai suku bangsa dan budaya di Indonesia saat itu. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya.




Fungsi Bahasa Indonesia.

1. Sebagai alat untuk berekspresif.
Ekspresif adalah cara yang biasanya digunakan oleh manusia dalam berbicara untuk mengungkapkan suatu perasaan, atau berupa pesan yang ingin disampaikannya agar maksud dari pesannya dapat mudah dimengerti dan dipahami orang lain.

2. Sebagai alat komunikasi.
Untuk berinteraksi atau berhubungan dengan manusia lain atau suatu kelompok manusia, diperlukan bahasa sebagai alat komunikasi agar maksud yang ingin disampaikan lawan atau si pembicara/pengekspresif dapat dimengerti dan dipahami.

3. Sebagai alat untuk adaptasi.
Apabila ada mahasiswa tinggal di wilayah Kalimantan tiba-tiba mahasiswa itu ingin berkuliah di luar pulau Kalimantan misalnya saja di kota Jakarta yang mayoritas masyarakatnya menggunakan bahasa Indonesia, maka mahasiswa ini harus dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya yaitu kota Jakarta dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan masyarakat lainnya.

4. Sebagai alat untuk integrasi/pemersatu.
Masih sama halnya dengan bahasa sebagai alat untuk beradaptasi. Karena mahasiswa tersebut adalah salah satu rakyat Indonesia yang dasarnya berbahasa Indonesia maka dengan menggunakan bahasa Indonesia beraneka ragam bahasa, baik dari pulau Kalimantan atau dapat dikatakan dari sabang sampai merauke dapat dipersatukan oleh bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

5. Sebagai alat untuk kontrol sosial.
Bahasa dapat digunakan untuk kontrol sosial berupa himbauan yang dapat mempengaruhi sikap atau perilaku kita di tempat-tempat sosial atau tempat umum. Contohnya dapat dilihat tulisan “dilarang berisik” di dalam perpustakaan, “pria dilarang masuk !” ke dalam toilet wanita, “jangan membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya”, “mahasiswa dilarang duduk di koridor selama jam pelajaran” yang biasanya tulisan berupa himbauan ini terlihat di dinding ruang kampus.

Kedudukan Bahasa Indonesia

Dua kedudukan bahasa Indonesia yang sangat penting, yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa resmi/negara.

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diperoleh sejak awal kelahirannya, yaitu tanggal 28 Oktober 1928 dalam Sumpah Pemuda.

Teks Sumpah Pemuda
• Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
• Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
• Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Deklarasi Sumpah Pemuda membuat semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai sebagai bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yang tinggi membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional , bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut :

1.  Lambang jati diri (identitas) nasional.
2.  Lambang kebanggaan nasional.
3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang etnis dan sosial-budaya, serta  bahasa daerah yang berbeda.
4. Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah.

Kedudukan bahasa Indonesia yang kedua adalah sebagai bahasa resmi/negara. kedudukan ini mempunyai dasar yuridis konstitusional, yakni Bab XV(Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan) pasal 36 UUD 1945 yang menyatakan bahwa ”Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi/negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut :
1.  Bahasa resmi Negara.
2.  Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.
3. Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah.
4.  Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi.


Penerapan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, contohnya :

Memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar di dalam setiap pembicaraan, baik itu obrolan secara resmi maupun tidak resmi. Namun, penerapan ini tidak akan membuat bahasa daerah hilang. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar lebih baik daripada menggunakan bahasa pergaulan yang kini kerap sekali menjamur di kalangan pemuda masa kini. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka dapat melestarikan bahasa Negara kita ini.



Sumber ::

http://www.slideshare.net/w2snu/sejarah-bahasa-indonesia
http://sitompulke17.wordpress.com/2009/09/16/fungsi-bahasa-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/



Label: Tugas (UG Portfolio) 0 komentar

Tugas SO -Keamanan Sistem Operasi Terhadap Virus-

6/08/2010 08:51:00 PM | Publish by Shelly Gustika Septiani

Untuk mengetahui keamanan sistem operasi terhadap virus, di bawah ini akan terlebih dahulu dijelaskan tentang virus dan antivirus…

Virus komputer adalah suatu program komputer yang menduplikasi atau menggandakan diri dengan menyisipkan kopian atau salinan dirinya ke dalam media penyimpanan / dokumen serta ke dalam jaringan secara diam-diam tanpa sepengetahuan pengguna komputer tersebut.

Antivirus
􀂄Solusi ideal terhadap ancaman virus adalah pencegahan.
􀂄Setelah pencegahan terhadap masuknya virus untuk pertama kali, maka pendekatan berikutnya yang dapat dilakukan adalah:
1. Deteksi: begitu infeksi telah terjadi, tentukan bahwa infeksi memang telah terjadi dan cari lokasi virus.
2. Identifikasi: begitu virus terdeteksi maka identifikasi virus yang menginfeksi program.
3. Penghilangan: setelah virus teridentifikasi maka hilangkan semua jejak virus dari program yang terinfeksi dan program dikembalikan seperti semula. Jika deteksi sukses dilakukan, tapi identifikasi atau penghilangan tidak dapat dilakukan, maka alternative yang dilakukan adalah hapus program yang terinfeksi dan kopi kembali backup program yang masih bersih.

Baru-baru ini, survei yang dilakukan pada tahun 2007 sangat tepat untuk perangkat lunak anti-virus terbaik, 7 diantaranya sebagai berikut :
1 Kaspersky Personal Pro versi - 99,28%
2 AVK versi - 97,93%
3 F-Secure versi 2005 - 97,55%
4 eScan Virus Control versi - 96,75%
5 Norton versi Perusahaan - 91,64%
6 Norton versi Profesional - 91,57%
7 McAfee versi - 89,75%

Virus komputer mnyerang berbagai jenis sistem operasi, terutama sekali Windows. Begitu banyaknya virus yang diciptakan dan dikembangkan di Windows, dikarenakan sifatnya yang proprietary. Yang mengembangkan Windows hanyalah sebuah perusahaan, bernama Microsoft.
Jadilah Windows sebuah OS yang memiliki banyak celah dan cacat. Sedangkan OS lain, seperti Linux, justru relatif lebih aman. Virus komputer sulit berjalan di Linux karena file permission yang sangat ketat. Berbeda dengan Windows yang hanya memiliki sistem proteksi read only, hidden, dan archive. Source code Linux disebarluaskan sehingga jika ada celah/cacat, maka seluruh dunia bisa mengetahui lalu memperbaikinya.

Kebanyakan orang yang memperkenalkan Linux pada pemula, biasanya akan mengatakan bahwa tidak ada virus di Linux. Ini karena saking sedikitnya virus yang berkembang, sehingga mereka lebih memilih mengatakan “tidak ada” daripada menjelaskan panjang lebar. Dengan demikian, bukan berarti tidak ada virus di Linux. Tetap ada virus di Linux, namun jumlahnya tidak sebanyak Windows. Sekedar info, virus pertama di Linux bernama Staog.

Terlepas dari apapun OS yang anda gunakan, sebenarnya banyak langkah antisipasi yang bisa anda lakukan. Berikut beberapa diantaranya :

Lakukan update secara teratur.
Sistem operasi tetaplah sebuah software yang diciptaan manusia. Sedangkan manusia, sudah kodratnya memiliki salah. Jadi, ditiap software ada sesuatu kesalahan yang dinamakan kesalahan pemrograman (bug). Software untuk menambal kesalahannya yaitu patch.
Jadi sistem operasi juga selalu diupdate (oleh pengembangnya) agar pengguna terlindung dari bug yang bisa dimanfaatkan untuk menyerang sistem operasi melalui virus. Bukan cuma OS, namun software yang terdapat dalam OS juga harus diupdate supaya bebas dari kesalahan kode dan terhindar dari ancaman serangan.

Gunakan software antivirus.
Hal ini sering dilakukan oleh pengguna OS Windows. Untuk pengguna OS Linux sepertinya sudah tidak perlu. Antivirus zaman sekarang, biasanya berbentuk monitor dan scanner. Di dalamnya terdapat database yang sudah dikode oleh pengembangnya dengan tanda pengenal (signature) virus, sehingga jika ada virus yang terdaftar di database, akan langsung dibasmi oleh antivirus.
Jika anda pengguna Windows, gunakan antivirus yang baik. Pilihlah antivirus yang hemat memori, stabil, memiliki dukungan teknis yang baik, signature yang diupdate dengan cepat, dan tidak malah memberatkan kinerja PC.
Contoh antivirus untuk Windows adalah Grisoft AVG, Avira Antivir, Symantec Norton, Norman VC, Trend Micro SS, dan lain sebagainya.
Contoh antivirus untuk dunia Linux dan OS *nix lain adalah ClamAV.

Firewall yang dikonfigurasi dengan baik.
Jangan sembarangan mematikan firewall.
Jika anda sedang online, jangan matikan firewall. Gunakan firewall yang sudah dipercaya publik kualitasnya (hardware: Cisco, software: Comodo). Jika anda memperhatikan keamanan, jangan hemat anggaran security anda.
Sebaiknya jangan ragu mengeluarkan dana untuk melindungi jaringan anda. Karena pembobolan jaringan zaman sekarang semakin kompleks dan menyulitkan pihak berwenang untuk mengusut. Tutup semua port yang tidak perlu. Periksa selalu keadaan port, apakah ada yang terbuka secara tidak wajar. Waspadalah, siapa tahu Back Orifice sedang meremote PC anda!

Sumber ::
http://restava.files.wordpress.com/2009/08/apa-itu-virus-komputer.pdf
http://www.forum.wiaderko.com/id/bezpieczenstwo/59448-wirusy-robaki-keyloggery-i-inne.html

Label: Tugas (UG Portfolio) 0 komentar

JENIS-JENIS UANG

6/02/2010 08:50:00 PM | Publish by Shelly Gustika Septiani

Jenis uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral.

1. Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya :
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.
1. Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :Dikeluarkan oleh pemerintahDijamin dengan undang-undangBertuliskan nama negara yang mengeluarkannyaDitanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
2. Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.Dikeluarkan oleh Bank SentralDijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentralBertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia)Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya :
A. Uang logam

Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai, yaitu :
1. Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
Tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability)
Digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability)
Nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity)
Nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility)
Sekalipun emas dan perak sudah memenuhi syarat-syarat uang, namun pada saat ini, emas dan perak tidak dipakai lagi sebagai bahan uang karena beberapa alasan, yaitu jumlahnya sangat langka sehingga sulit didapatkan dalam jumlah besar.Kadar emas disetiap daerah berbeda-beda menyebabkan persediaan emas tidak samaNilainya tidak dapat diukur dengan tepat.Uang emas semakin hilang dari peredaran, biasanya karena banyak yang dilebur atau dijadikan perhiasan.
2. Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
3. Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
B. Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar.
Ada 2(dua) macam uang kertas :
1. Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
2. Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral.
2. Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
3. Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.
UANG BEREDAR
Jenis-Jenis Uang Beredar di Indonesia terdiri dari DUA macam :
1. Uang beredar dalam arti sempit (M1) yaitu kewajiban sistem moneter (bank sentral dan bank umum) terhadap sektor swasta domestik (penduduk) meliputi uang kartal (C) dan uang giral (D)2. Uang beredar dalam arti luas (M2) disebut juga Likuiditas Perekonomian yaitu kewajiban system moneter terhadap sektor swasta domestik meliputi M1 ditambah uang kuasi (T).
Sumber ::
http://rahmatullahrizieq.edublogs.org/files/2008/01/chap05-money-compatibility-mode.pdf

Label: Tulisan (UG Portfolio) 0 komentar

STRUKTUR PASAR

6/02/2010 08:41:00 PM | Publish by Shelly Gustika Septiani

Pasar output adalah pertemuan antara permintaan output dan penawaran output.Pada sisi permintaan,pasar output mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu bahwa permintaan pasar adalah penjumlahan dari permintaan konsumen yang jumlahnya banyak sekali.Namun pada sisi penawarannya, jumlah penjual bervariasi dari jumlah yang sangat banyak sampai jumlah yang sedikit,bahkan hanya satu penjual.
Berdasarkan jumlah penjual yang ada, struktur pasar output dibedakan menjadi empat, yaitu :
1. Pasar Persaingan Sempurna (perfect competitive market) : pasar dengan jumlah penjual sangat banyak.
2. Pasar Monopoli : pasar dengan hanya satu penjual.
3. Pasar Persaingan Monopolistik : pasar dengan banyak penjual tetapi produk produknya heterogen, sehingga masing-masing penjual dapat mempengaruhi harga.
4. Pasar Oligopoli : pasar dengan jumlah penjual sedikit.

Ketiga pasar terakhir termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna ( imperfect competitive market).

1. Pasar Persaingan Sempurna
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena struktur pasar ini akan dapat menjamin berlangsungnya aktivitas produksi dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu dalam analisis ekonomi sering digunakan asumsi bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Tetapi dalam praktek tidak mudah untuk menentukan suatu industri dapat digolongkan ke dalam pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya (sesuai teori).Umumnya, yang ada adalah yang mendekati ciri-ciri struktur pasar tersebut. Namun,sebagai landasan teori untuk analisis ekonomi, mempelajari ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sangat penting.
Asumsi-Asumsi
Model persaingan sempurna didasari oleh asumsi-asumsi sebagai berikut:
a Terdapat sangat banyak penjual dan pembeli. Oleh karena terdapat sangat banyak produsen atau perusahaan, maka setiap produsen atau perusahaan hanya memasok produk sebagian kecil saja dari total produk yang ditawarkan di pasar. Pembeli juga sangat banyak sehingga secara individual mereka tidak mempunyai kekuatan monopsoni untuk mempengaruhi mekanisme di dalam pasar.
b Produk yang dihasilkan oleh para produsen adalah homogen. Pasar diartikan sebagai gabungan dari produsen yang memproduksi produk yang homogeny atau identik. Ini berarti bahwa antara produk dari produsen yang satu dengan produk dari produsen yang lain bersifat substitusi sempurna. Oleh karena itu,para pembeli tidak dapat membedakan produk- produk dari produsen yang berbeda.
c Setiap produsen adalah pengambil harga ( price taker). Implikasi dari kedua asumsi di atas adalah bahwa produsen secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar yang berlaku dengan mengubah jumlah produk yang ditawarkan. Dengan demikian setiap produsen hanya menerima harga pasar. Produsen dapat menawarkan produk berapapun jumlahnya dengan harga pasartersebut.
d Perusahaan-perusahaan bebas masuk dan keluar pasar ( free entry and exit of firms). Tidak ada hambatan bagi setiap perusahaan untuk masuk ke pasar atau keluar dari pasar.
e Maksimisasi profit/keuntungan. Tujuan dari semua perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan. Tidak ada tujuan lain.
f Tidak ada regulasi dari pemerintah. Tidak ada intervensi pemerintah di dalam pasar ( seperti tarif, subsidi, pembatasan produksi, dan sebagainya). Struktur pasar di mana telah dipenuhi asumsi-asumsi di atas disebut pasar persaingan murni (pure competition). Untuk pasar persaingan sempurna (perfect competition) memerlukan asumsi-asumsi tambahan sebagai berikut.
g Mobilitas faktor-faktor produksi sempurna. Faktor-faktor produksi bebas berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain melalui mekanisme ekonomi. Dengan kata lain, terjadi persaingan sempurna di dalam pasar input.
h Pengetahuan sempurna ( perfect knowledge). Semua penjual dan pembeli diasumsikan mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang kondisi pasar, baik kondisi sekarang maupun yang akan datang. Dengan demikian kondisi ketidakpastian di masa mendatang dapat diantisipasi. Informasi pasar dapat diperoleh dengan mudah dan tanpa biaya. Berdasarkan asumsi-asumsi di atas kita akan menganalisis ekuilibrium atau keseimbangan produsen/ perusahaan dan pasar/industri di dalam jangka pendek dan jangka panjang. Ekuilibrium produsen dicapai pada saat perusahaannya mencapai keuntungan maksimum. Ekuilibrium pasar atau industri dicapai apabila (a) semua perusahaan dalam posisi ekuilibrium, dan (b) jumlah produk semua perusahaan tersebut sama dengan jumlah permintaan semua konsumen.
2. Pasar Monopoli
Struktur pasar yang bertentangan dengan pasar persaingan sempurna adalah monopoli.Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual, tidak ada substitusi produk yang mirip (close substitute), dan terdapat hambatan masuk (barriers to entry) ke pasar.
Ciri-ciri pasar monopoli dapat dijelaskan sebagai berikut:
a Hanya ada satu penjual.Karena hanya ada satu penjual maka pembeli tidak mempunyai pilihan lain. Dalam hal ini pembeli hanya menerima syarat-syarat jual-beli yang ditentukan penjual.
b Tidak ada substitusi produk yang mirip.Misalnya,aliran listrik.Aliran listrik tidak mempunyai pengganti dari barang lain. Ada barang pengganti tetapi sifatnya berbeda, misalnya, lampu minyak.Lampu minyak tidak dapat menggantikan fungsi aliran listrik untuk menyalakan TV, setrika, dan sebagainya.
c Terdapat hambatan masuk ke pasar.Hambatan ini bisa berbentuk undangundang,memerlukan teknologi yang canggih,dan memerlukan modal yang sangat besar.
d Sebagai penentu harga ( price setter). Dengan mengendalikan tingkat produksi dan volume produk yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga yang dikehendaki.
Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya monopoli adalah :
1. Memiliki bahan mentah strategis atau pengetahuan teknis produksi yang spesifik.Perusahaan monopoli umumnya menguasai seluruh atau sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Sebagai contoh, Pertamina.
2. Hak paten produk atau proses produksi.Dengan pemberian hak paten akan melidungi perusahaan atau pihak-pihak pencipta suatu produk dari peniruan pihak-pihak lain.
3. Terdapat skala ekonomis. Pada beberapa kegiatan ekonomi, dengan menggunakan teknologi modern, produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. Ini berarti bahwa pada waktu perusahaan mencapai keadaan di mana biaya produksi minimum, jumlah produksi adalah hampir sama dengan jumlah permintaan riel di pasar. Dengan sifat skala ekonomis demikian, pada tingkat produksi yang sangat tinggi, perusahaan dapat menurunkan harga. Keadaan seperti ini mengakibatkan perusahaan baru tidak akan sanggup bersaing dengan perusahaan yang terlebih dahulu berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar monopoli. Perusahaan jasa umum, seperti perusahaan listrik, perusahaan air minum, perusahaan telepon, dan perusahaan kereta api adalah contoh-contoh industri yang memiliki sifat skala ekonomis seperti diterangkan di atas.
4. Pemberian Hak Monopoli oleh Pemerintah. Melalui peraturan pemerintah, dapat diberikan kekusaan monopoli kepada perusahaan-perusahaan atau lembagalembaga tertentu.
3. Pasar Monopolistis
Pasar monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis bentuk pasar yang ekstrem,yaitu persaingan sempurna dan monopoli.Oleh karena itu sifat-sifat bentuk pasar ini mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli dan sifat pasar persaingan sempurna.Secara umum, pasar persaingan monopolistic dapat didefinisikan sebagai suatu pasar di mana terdapat banyak produsen/penjual yang menghasilkan dan menjual produk yang berbeda coraknya ( differentiated product).
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik selengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Terdapat banyak penjual. Terdapat banyak penjual tetapi tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna. Perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai ukuran yang relatif sama.
2. Produknya tidak homogen (berbeda corak). Produk perusahaan persaingan monopolistik berbeda coraknya dan secara fisik mudah untuk membedakan antara produk perusahaan yang satu dengan produk perusahaan lainnya. Sifat ini adalah sifat yang penting untuk membedakannya dengan sifat pada pasar persaingan sempurna. Perbedaan-perbedaan lain dapat berupa pembungkusannya, cara pembayaran dalam pembelian, pelayanan penjualan, dan sebagainya. Karena perbedaan corak tersebut maka produk perusahaan-perusahaan persaingan monopolistik tidak bersifat substitusi sempurna. Mereka hanya bersifat substitusi dekat ( close substitute) . Perbedaan-perbedaan inilah yang menjadi sumber kekuatan monopoli dari perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik.
3. Perusahaan mempunyai sedikit kekuatan mempengaruhi harga. Kekuatan mempengaruhi harga tidak sebesar pada pasar monopoli dan oligopoly. Kekuatan mempengaruhi harga bersumber dari perbedaan corak produk. Perbedaan ini mengakibatkan para pembeli akan memilih. Pembeli dapat lebih menyukai produk suatu perusahaan tertentu dan kurang menyukai produk perusahaan lainnya. Sehingga jika suatu perusahaan menaikkan harga, ia masih dapat menarik pembeli walaupun tidak sebanyak sebelum kenaikan harga. Sebaliknya jika suatu perusahaan menurunkan harga,belum tentu diikuti oleh kenaikan permintaan produk yang dihasilkan.
4. Masuk ke dalam industry atau pasar relative mudah. Masuk ke dalam pasar persaingan monopolistik tidak seberat masuk pasar monopoli dan oligopoly tetapi tidak semudah masuk pasar persaingan sempurna. Hal ini disebabkan, (1) modal yang diperlukan relatif besar dibandingkan dengan perusahaan pada pasar persaingan sempurna dan (2) harus menghasilkan produk yang berbeda dengan produk yang sudah ada di pasar.
5. Persaingan promosi penjualan sangat aktif. Dalam pasar persaingan monopolistik harga bukan penentu utama besarnya pasar. Suatu perusahaan mungkin menjual produknya dengan harga cukup tinggi tetapi masih dapat menarik banyak pelanggan. Sebaliknya mungkin suatu perusahaan menjual produknya dengan harga yang cukup murah tetapi tidak banyak menarik pelanggan. Oleh karena itu untuk menarik para pelanggan, perusahaan harus aktif melakukan promosi, memperbaiki pelayanan, mengembangkan desain produk, meningkatkan mutu produk, dan sebagainya.

4. Pasar Duopoli dan Oligopoli
Duopoli adalah keadaan di mana hanya ada dua perusahaan yang menguasaipasar. Oleh karena itu setiap tindakan yang dilakukan oleh pengusaha yang satu akan mempengaruhi kebijakan pengusaha lainnya, baik dalam hal menentukan harga,kapasitas produksi, kualitas produk, dan sebagainya. Apabila produk yang dihasilkan oleh pengusaha duopoli homogen, maka pasar dinamakan duopoli murni( pure duopoly) . Apabila produk yang dihasilkan tidak homogen tetapi bersifat dapat mensubstitusi, maka pasar dinamakan duopoli yang dibedakan ( differentiated duopoly).

Pasar oligopoli sama saja dengan pasar duopoli, hanya saja dalam pasar oligopoli jumlah perusahaan yang menguasai pasar lebih dari dua tetapi tidak banyak (oligos = sedikit) sehingga tindakan dari pengusaha yang satu akan mempengaruhi kebijakan dari pengusaha lainnya. Apabila produk yang dihasilkan oleh pengusaha oligopoli homogen maka pasar dinamakan oligopoli murni ( pure oligopoly) dan apabila produk yang dihasilkan tidak homogen maka dinamakan oligopoli yang dibedakan ( differentiated oligopoly).
Duopoli:
Pasar duopoli jarang sekali ditemukan dalam kenyataan. Oleh karena itu teori pasar duopoli lebih banyak menggunakan asumsi-asumsi, bahkan ada yang perlu dikhayalkan. Namun,teori duopoli sangat berguna sebagai dasar bagi penyusunan teori pasar oligopoli.
Teori pasar duopoli, pertama kali dikemukakan oleh ekonom Perancis Antoine Augustin Cournot pada tahun 1838 dalam karangannya berjudul “Researches into the Mathematical Principles of the Theory of Wealth”. Teori Cournot banyak dikrikik oleh ahli-ahli ekonomi, terutama tentang asumsi-asumsinya karena dianggap tidak masuk akal. Betrand-Edgeworth juga telah membuat teori duopoli yang dapat dianggap sebagai penyempurnaan teori Cournot.Untuk analisis pasar duopoli dapat digambarkan sebagai berikut. Misalnya,hanya ada pengusaha A dan pengusaha B yang menguasai pasar produk tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan pengusaha A akan mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh pengusaha B dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu untuk dapat meramalkan dengan baik tentang tindakan yang akan dilakukan oleh pengusaha pesaingnya maka pengusaha duopoli harus selalu memperhatikan perilaku pengusaha pesaingnya tersebut. Untuk hal ini tentu tidak mudah.Teori duopoli disusun berdasarkan asumsi-asumsi tentang perilaku pengusaha-pengusaha pesaing. Dengan demikian apabila asumsi-asumsi itu diubah,tentu akan muncul teori baru. Inilah yang menyebabkan adanya berbagai teori duopoli, karena asumsi-asumsi yang digunakan oleh para ahli yang menyusun teori berbeda.
Sumber ::
http://organisasi.org/bentuk_bentuk_struktur_pasar_konsumen_persaingan_sempurna_monopolistik_oligopoli_dan_mon

Label: Tulisan (UG Portfolio) 0 komentar

BIAYA DAN PENDAPATAN

6/02/2010 08:29:00 PM | Publish by Shelly Gustika Septiani

A. Biaya (Cost)
Biaya (cost) produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.
Macam-macam biaya, yaitu :
1. Total Fixed Cost(ongkos total tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi.Contoh penyusutan, sewa, dsb.Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q),sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output.
2. Total Variabel Cost ( ongkos variabel total ) adalah jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dan sebagainya.
3. Total Cost (ongkos total ) adalah penjumblahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
4. Averege Fixed Cost ( ongkos tetap rata-rata ) adalah ongkos tetap yang dibebankan untuk setiap unit output.AFC = (TFC / Q)*QBiaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC/Q
5. Averege Fixed Cost (ongkos variabel rata-rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.AVC = TVC/Q
6. Averege Total Cost (onggkos total rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.ATC = TC / Q
7. Marginal Cost (ongkos marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.MC = ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q
B. Pendapatan (Revenue)
Pendapatan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya.
Macam-macam revenue, yaitu :
1. Total Revenue (TR) adalah penerimaan total dari hasil penjualan output.TR = P*Qdimana : P = Price / HargaQ = Quantity / Jumlah Barang
2. Average Revenue (AR) adalah penerimaan perunit dari penjualan output.AR = TR / Q = (P*Q)/Q = P jadi, AR = P
3. Marginal Revenue (MR) adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output.MR = ∆TR / ∆Q
C. Pendapatan Maksimum
Terdapat tiga pendekatan perhitungan pendapatan maksimum, yaitu :
1. Pendekatan Totalitas (totality approach)
Pendekatan totalitas membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Jika harga jual per unit output (P) dan jumlah unit output yang terjual (Q), maka TR = P.Q. Biaya total adalah jumlah biaya tetap (FC) ditambah biaya variable per unit(v) dikali biaya variable per unit, sehingga:π = P.Q – (FC + v.Q)
Implikasi dari pendekatan totalitas adalah perusahaan menempuh strategi penjualan maksimum (maximum selling). Sebab semakin besar penjualan makin besar laba yang diperoleh. Hanya saja sebelum mengambil keputusan, perusahaan harus menghitung berapa unit output yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Kemudian besarnya output tadi dibandingkan dengan potensi permintaan efektif.
2. Pendekatan Rata-rata (average approach)
Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) kemudian laba total dihitung dari laba per unit dikali dengan jumlah output yang terjual.π = (P - AC).Q
Dari persamaan ini, perusahaan akan mencapai laba bila harga jual per unit output (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata (AC). Perusahaan akan mencapai angka impas bila P sama dengan AC.Keputusan untuk memproduksi atau tidak didasarkan perbandingan besarnya P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC, perusahaan tidak mau memproduksi. Implikasi pendekatan rata-rata adalah perusahaan atau unit usaha harus menjual sebanyak-banyaknya (maximum selling) agar laba (π) makin besar.
3. Pendekatan Marginal (marginal approach)
Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC.
π = TR – TC
Laba maksimum tercapai bila turunan pertama fungsi π(δ π /δQ) sama dengan nol dan nilainya sama dengan nilai turunan pertama TR (δTR/ δQ atau MR) dikurangi nilai turunan pertama TC (δTC/ δQ atau MC). Sehingga MR – MC = 0. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh laba maksimum (atau kerugian minimum) bila ia berproduksi pada tingkat output di mana MR = MC.
Sumber ::
http://agel007.wordpress.com/2010/04/03/teori-organisasi-umum-2-sap-bab-2-akademis/

Label: Tulisan (UG Portfolio) 0 komentar
« Postingan Lebih Baru Postingan Lama »
Langganan: Postingan (Atom)
Photobucket Photobucket

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma

Labels

  • Android (4)
  • Pemrograman Dasar (11)
  • Softskill Etika dan Profesionalisme TSI (6)
  • SQL (Structure Query Language) (5)
  • Tugas (UG Portfolio) (33)
  • Tulisan (UG Portfolio) (64)
  • VB.NET (3)

Blog Archive

  • ►  2009 (12)
    • ►  September 2009 (1)
    • ►  Oktober 2009 (2)
    • ►  November 2009 (4)
    • ►  Desember 2009 (5)
  • ►  2010 (47)
    • ►  Februari 2010 (2)
    • ►  Maret 2010 (6)
    • ►  April 2010 (5)
    • ►  Mei 2010 (12)
    • ►  Juni 2010 (7)
    • ►  September 2010 (1)
    • ►  Oktober 2010 (5)
    • ►  November 2010 (1)
    • ►  Desember 2010 (8)
  • ►  2011 (27)
    • ►  Januari 2011 (1)
    • ►  Februari 2011 (3)
    • ►  Maret 2011 (3)
    • ►  April 2011 (4)
    • ►  Mei 2011 (6)
    • ►  Oktober 2011 (6)
    • ►  November 2011 (2)
    • ►  Desember 2011 (2)
  • ►  2012 (20)
    • ►  Maret 2012 (5)
    • ►  April 2012 (5)
    • ►  Juni 2012 (3)
    • ►  Oktober 2012 (5)
    • ►  November 2012 (1)
    • ►  Desember 2012 (1)
  • ▼  2014 (4)
    • ►  Januari 2014 (1)
    • ▼  Agustus 2014 (3)
      • Query SQL Server Untuk Menggabungkan 2 Field ke da...
      • Penggunaan PIVOT atau CROSSTAB Pada Query SQL Server
      • Menambah, Mengurangi dan Menghitung Datetime di SQ...

Link List

  • Jadwal Kelas 4KA01
  • Baak
  • Community
  • Gunadarma
  • Library
  • Pasca
  • Repository
  • Studentsite

.........................................

Sponsor

  • Shelly Gustika Septiani
milkysmile milkysmile

Linkedin

Lihat profil LinkedIn shelly gustika septianiLihat profil shelly gustika septiani

Shelly

Shelly

About Me

Foto Saya
Shelly Gustika Septiani
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lulusan Universitas Gunadarma, angkatan 2008, Lulus 2012 :) Fakultas : Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan : Sistem Informasi Dahulu kelas : 4KA01 Tulisan-tulisan di blog ini sekedar tempat untuk berbagi informasi... Semoga Bermanfaat ƪ(˘⌣˘)ʃ
Lihat profil lengkapku

News Studentsite

Followers

Subscribe To

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Total Tayangan

Copyright (c) 2010 Shelly Gustika Septiani. Design by Template Lite
Download Blogger Templates And Directory Submission.